Suatu hari di ruang sidang
pengadilan, hakim Arifin duduk tercenung menyimak
tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap seorang nenek renta yang dituduh
mencuri 3 buah singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak
lelakinya sakit dan cucunya menangis kelaparan,dia bingung tidak punya uang
untuk membeli makan apalagi obat dan tidak ada secuil makananpun untuk dimakan,
namun... Manajer PT ANTAH BRANTAH tetap
pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya. Hakim Arifin menghela
nafas, dia memutus diluar tuntutan JPU, “ Maafkan saya ... “,katanya
sambil memandang nenek itu, “Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum
tetap hukum,hukum harus ditegakkan, jadi anda
harus dihukum.
Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.
Senin, 14 April 2014
Kisah Nyata Cinta Kasih Seorang Nenek
Kisah nyata ini sangat mengharukan dan patut kita ambil sebagai renungan.
Kisah ini saya dapat dari 'broad-cast' sdr. Eric Darwin di Facebook yang linknya
saya dapatkan dari istri. Berikut ini kisahnya.
Suatu siang hari terlihat seorang nenek berulangkali menekan tombol rice cooker tetapi tidak berhasil menyalakannya. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh masuk ke kamarnya. Di dalam kamar sang nenek merapikan rambutnya yang sudah putih dan mengganti baju. Berulangkali sang nenek harus membuka kembali kancing bajunya karena keliru memasangnya sehingga kadang sebelah kiri yang menjadi lebih tinggi atau sebaliknya. Akhirnya semua bisa terkancing rapi sesuai urutan kancing bajunya. Setelah itu nenek berjalan keluar kamar.
Suatu siang hari terlihat seorang nenek berulangkali menekan tombol rice cooker tetapi tidak berhasil menyalakannya. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh masuk ke kamarnya. Di dalam kamar sang nenek merapikan rambutnya yang sudah putih dan mengganti baju. Berulangkali sang nenek harus membuka kembali kancing bajunya karena keliru memasangnya sehingga kadang sebelah kiri yang menjadi lebih tinggi atau sebaliknya. Akhirnya semua bisa terkancing rapi sesuai urutan kancing bajunya. Setelah itu nenek berjalan keluar kamar.
Kisah Seorang Nenek Penjual tempe
Tuhan selalu punya jawaban atas doa seseorang. Jawaban doa itu bisa iya, bisa tidak, atau.. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk umat-Nya, seperti dalam kisah berikut ini.
Di sebuah pinggir kota, hidup seorang nenek yang hidup seorang diri. Untuk dapat menyambung hidup, nenek tersebut berjualan tempe setiap hari. Pada suatu hari, sang nenek terlambat memberi ragi, sehingga tempe tidak matang tepat pada waktunya. Saat daun pisang pembungkus tempe dibuka, kedelai-kedelai masih belum menyatu. Kedelai tersebut masih keras dan belum menjadi tempe.
Hati sang nenek mulai menangis. Apa yang harus dilakukan? Jika hari ini dia tidak bisa menjual tempe tersebut, maka dia tidak akan dapat uang untuk makan dan membeli bahan tempe untuk esok hari. Dengan air mata yang masih mengalir, sang nenek mengambil wudhu lalu salat Subuh di rumahnya yang sangat kecil dan memprihatinkan.
Selasa, 25 Maret 2014
P2K SMA YAPIP SUngguminasa (Angkatan 2010 dan beberapa 2009)
maaf baru muncul lagi....sibuk dengan kampu soalnya... :)
P2K kali ini berada di Makassar-Gowa.kebetulan kami di tempatkan di SMA YAPIP Sungguminasa.Kami berjumlah 31 orang dengan berbagai jurusan Keguruan yang berasal dari kampus UNISMUH MAKASSAR.Ini adalah salah satu kegiatan sekolah.Ini adalah awal kami berteman dan bersahabat ke sesama teman posko...dari sinilah semua cerita kami.Alhamdulillah kami mendapatkan posko yang berlokasi di rumah pak RW setempat yang kebetulan juga dekat dengan lokasi sekolah kami mengajar.
Tunggu Postingan saya selanjutnya yahhh... :D
Selasa, 23 April 2013
Kisah Sedih Seorang Anak Bernama RARA KECIL
“Praaang!” suara itu terdengar ke seluruh rumah. Tampak seorang gadis berusia
11 tahun sedang gugup terdiam ketakutan atas apa yang tlah ia perbuat.
“Rara pasti ini kerjaan kamu lagi?!? Sudah berapa kali mama bilang jangan
main di dalam rumah!!! Lihat itu kerjaan kamu! Sudah vas bunga yang ke berapa
kali yang kamu pecahkan ini?!? “gertak seorang ibu yang tak tahan dengan
kelakuan anaknya.
“Mama tidak mau tahu pokoknya kamu harus bersihkan sekarang juga!” Sambung
ibunya kembali.
“enggak, enggak mau!! Lalu ia pun lari dari hadapan ibunya dan menuju ke
dalam kamar.
“eh eh Rara! Melawan kamu yah!?! Ucap ibunya kewalahan. Di kamar setelah
mengunci kamar tanpa ada perasaan bersalah ia langsung bermain boneka. “boneka
kenapa yah mamaku galak sekali sama aku, tiap hari kerjaannya maraah terus!”
gumamnya pada boneka tersebut. Dan boneka itu hanya terdiam tak berkutik. Rara
adalah gadis yang nakal dan tidak pernah mau diatur dirumah maupun disekolah,
tidak heran jika ia banyak dimusuhi oleh teman-temannya dan sering kena marah
ibunya akibatnya ulahnya disekolah sehingga ibunya kerap sekali bolak-balik
sekolah karena dipanggil oleh bapak kepala sekolah akibat ulahnya yang sudah
tidak dapat ditelorir lagi, akan tetapi tidak pernah terbesit dihatinya untuk
berubah menjadi anak yang baik, entah ada apa dengan dirinya. Sampai ibunya
sendiripun heran atas kelakuan anaknya.
Senin, 15 April 2013
Kisah sedih Permintaan Sebuah Diary
Permintaan
Sebuah Diary
Hari yang melelahkan dengan teriknya matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhny
Hari yang melelahkan dengan teriknya matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhny
a.
“Dilla..!!” teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu, mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla, kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri. Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis. Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah, Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai bicara.
“Ayah nggak akan pernah tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah tak
“Dilla..!!” teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu, mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla, kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri. Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis. Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah, Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai bicara.
“Ayah nggak akan pernah tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah tak
Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.
Dari Semua
Cerita Cerita Ini Mendapat Peringkat Pertama :)
Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.
Semoga Pembaca Merasa Tersentuh Dengan Membaca Kisah ini Dan Sdar Betapa Pentingnya Kita Untuk Menghargai Jerih Payah Orang Tua Terhadap Anaknya.
sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi Anda untuk selalu menyayangi anggota keluarga Anda sepenuh hati.
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, seo
Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.
Semoga Pembaca Merasa Tersentuh Dengan Membaca Kisah ini Dan Sdar Betapa Pentingnya Kita Untuk Menghargai Jerih Payah Orang Tua Terhadap Anaknya.
sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi Anda untuk selalu menyayangi anggota keluarga Anda sepenuh hati.
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, seo
rang anak
laki-laki bernama Tiros meluluskan pendidikannya di SMA, namun sayang pada saat
kelulusannya dia tidak pernah menyertakan atau mengajak ibunya. Tiros merupakan
satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu Suti, dan anugrah dari Tuhan yang
sangat berharga bagi diri ibu Suti.
Ayah Titos meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Tiroslah yang menjadi tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup. Pada suatu saat Tiros berkata pada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”
Ayah Titos meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Tiroslah yang menjadi tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup. Pada suatu saat Tiros berkata pada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”
Langganan:
Postingan (Atom)